Hakikat Pendidikan

BAB I
HAKIKAT PENDIDIKAN

A.Pendidikan
Hampir setiap orang pernah mengalami pendidikan, tetapi tidak setiap orang mengerti makna kata pendidikan, pendidik, dan mendidik. Untuk memahami pendidikan, ada dua istilah yang dapat mengarahkan pada pemahaman hakikat pendidikan, yakni kata paedagogie dan paedagogiek. Paedagogie bermakna pendidikan, sedangkan paedagogiek berarti ilmu pendidikan. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan apabila pedagogik (pedagogics) atau ilmu mendidik adalah ilmu atau teori yang sistematis tentang pendidikan yang sebenarnya bagi anak atau untuk anak sampai ia mencapai kedewasaan.

Secara estimologik, perkataan paedagogie berasal dari bahasa Yunani, yaitu paedagogia yang berarti pergaulan dengan anak. Paidagogos adalah hamba atau orang yang pekerjaannya menghantar dan mengambil budak-budak pulang pergi atau antar jemput sekolah.
Perkataan untuk pedagogi yang juga berasal dari bahasa Yunani kuno juga dapat dipahami dari kata “paid” yang bermakna anak, dan “ogogos” yang berarti membina atau membimbing. Apa yang dipraktikkan dalam pendidikan selama ini adalah konsep pedagogi, yang secara harfiah adalah seni mengajar atau seni mendidik anak-anak.

Pedagogik sebagai ilmu atau teori keilmuan pendidikan baru berkembang di kontinen Eropa pada abad ke-20. Di luar kontinen Eropa, termasuk Inggris dan Amerika Utara, cabang pedagogik praktis bersama filsafat pendidikan jauh lebih berkembang dari pada pedagogik teoretis.

Adapun perkembangan ilmu pedagogie baik praktis maupun teorities, di Indonesia dimulai oleh Ki Hajar Dewantara (Suryaningrat, 1913/1914) yang mengenalkannya dengan tokoh progresivisme pendidikan dan pengajaran, seperti Jan Ligthart dan Maria Montessori.

Dalam realitas di dunia pendidikan pedagogi modern membagi fungsi pembelajaran menjadi tiga area, yakni apa yang dimaksudkan sebagai Taksonomi Bloom. Menurut Taksonomi Bloom, pengajaran terbagi atas: (1) bidang kognitif, yakni yang berkenaan dengan aktivitas mental, seperti ingatan pemahaman, penerapan, analisis, evaluasi, dan mencipta; (2) bidang afektif, yakni berkenaan dengan sikap dan rahasia diri; dan (3) bidang psikomotor yang berkenaan dengan aktivitas fisik seperti keterampilan hidup dan pertukangan.

Hakikat pendidikan adalah “handayani” seperti yang dikemukakan oleh Ki Mohamad Said R yang memiliki arti “memberi pengaruh”. Pendidikan kumpulan dari semua proses yang memungkinkan seseorang mampu mengembangkan seluruh kemampuan (potensi) yang dimilikinya.

Pendidikan dimulai di keluarga atas anak (infant) yang belum mandiri, kemudian diperluas di lingkungan tetangga atau komunitas sekitar (millieu), lembaga prasekolah, persekolahan formal dan lain-lain tempat anak-anak mulai dari kelompok kecil sampai rombingan relatif besar (lingkup makro) dengan pendidikan dimulai dari guru rombongan/kelas yang mendidik secara mikro dan menjadi pengganti orang tua.

Gejala pendidikan timbul ketika sekumpulan individu ingin memenuhi kebutuhan makna (meaning) yang lebih tinggi atau abstrak seperti pengetahuan, nilai keadilan, kemakmuran, dan keterampilan agar terbebas dari kondisi kekeurangan seperti kemiskinan, penyakit, atau kurangnya kemampuan berinteraksi dengan alam sekitar.Silahkan Download Disini
Terima kasih atas waktunya untuk membaca Hakikat Pendidikan ini, dengan harapan semoga artikel Hakikat Pendidikan ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel Hakikat Pendidikan terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke Wani pada lain kesempatan

Artikel Terkait : Hakikat Pendidikan » Makalah

2 comments:

Noertony said...

makasih sobat, infonya sangat menarik.. semoga sukses selalu.

Rizky2009 said...

info ygsangat bermanfaat kawan...