MIKROBIOLOGI AIDS

ACQUIRED IMMUNO DEFICIENCY SYNDROME
(AIDS)
A. Pengertian Aids
AIDS adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh secara bertahap yang disebabkan



oleh infeksi Human Immunodefrciency Virus (HIV). Penyakit ini dicirikan dengan timbulnya berbagai penyakit infeksi bakteri, jamur, parasit dan virus yang bersifat opurtunistik atau keganasan seperti sarkoma kapasi dan timfoma primer di otak. Dengan ditegakkannya penyakit-penyakit tersebut, meskipun hasil pemeriksaan laboratorium untuk infeksi HIV belum dilakukan atau tidak dapat di ambil kesimpulan maka diagnosis AIDS telah dapat ditegakkan.
Penderita AIDS yang meninggal bukan semata - mata disebabkan oleh virus HIV, tetapi juga oleh penyakit - penyakit lain yang sebenarnya bisa ditolak seandainya sistem kekebalan tubuh tidak rusak oleh virus HIV.
Walaupun sudah ada penanganan untuk AIDS dan HIV tetapi obatnya belum diketahui. Berbagai faktor yang mempengaruhi adalah kesehatan, fungsi kekebafan, layanan kesehatan dan infeksi lain.
AIDS mencakup tahap-tahap akhir dari suatu kisaran luas masatah - masatah kesehatan yang disebabakan oleh Immunodeficiency manusia tipe J. Virus ini menyerang sistem imun seluler melalui invasi T4 yang menyebabkan kerusakan fungsi sel dan akhirnya membunuh sel-sel individual dengan demikian dapat mengurangi jumlah sel tubuh.

PUSAT - PUSAT UNTUK KLASIFIKASI KENDALI
PENYAKIT INFKSI HIV

HIV Manifestasi HIV dalam mendiagnosa pasien diklasifikasikan dalam 4 kelompok eksklusif secara menguntungkan
Kelompok I : Infeksi akut
Sindrom seperti mononukleosis pada beberapa individu pada saat pemajanan, dihubungkan dengan antibodi HIV serokonversi sekitar 3 bulan setelah pemajanan.
Kelompok II : Infeksi HIV asimptomatik
Tidak adanya atau tanda dan gejata sebelumnya dari infeksi HIV, serokonversi dari anti bodi HIV atau kuftur positif HIV.
Kelompok III : Limfadenopati umum menetap
Limfadenopati dapat dipalpasi 1 cm atau lebih besar pada 2 atau lebih tempat inguinal ekstra yang berakhir lebih dad 3 bulan pada tidak adanya kondisi atau penyakit penyerta.
Kelompok IV : Penyakit HIV lainnya
Kelompok ini lebih lanjut dibagi dalam sub kelompok independen dari ada atau tidak adanya limfadonopati, kelompok C-E di klasifikasikan mengalami AIDS.
a. Penyakit yang mendasari
Satu atau lebih dari hal berikut :
- Demam lebih dari 1 bufan
- Penurunan berat badan involunter 10 % atau lebih
- Diare selama 1 bulan
- Tidak adanya penyakit yang menyertai
b. Penyakit neurologi
Satu atau lebih dad hal berikut :
- Dimensia
- Mielopati
- Neuropati perifer
- Tidak adanya penyakit yang menyertai
c. Penyakit infeksi sekunder
Sub divisi lebih lanjut :
C-1 : Penyakit invasif atau simptomatik, satu dari berikut ini :
- Pneumositis karinii pneumonia
- Kriptosporidiosis kronis
- Toksoplasmosis
- Strongiloidiasis ekstraintestinal
- Kandidiasis (bronkial, esofageal atau pulmoner)
- Kriptokokus
- Histoplasmosis
- Mikrobakterium avium atau kansasii
- Infeksi sitomegalovirus
- Infeksi herpegsimpleks
- Leukoensefalopati multifokalprogresif
C-2 : Penyakit invasif atau simtomatik, satu dan berikut :
- Leukoplakia berambut pada oral
- Herpes zoster multidermal
- Bakteremia salmonela berulang
- Nokardiosis
- Tuberkulosis
- Kandidiasis
d. Kanker sekunder Satu atau lebih dari kanker berikut mengindikasikan kerusakan sedang dari immunitas seluler :
- Sarkoma kaposi's
- Limfoma non-hodgkin's
- Limfoma primer otak
e. Kondisi lain

Adanya penemuan klinik lainnya atau penyakit - penyakit tidak di klasifikasikan sebe(umnya, dapat menyebabkan infeksi HIV atau dapat mengindikasikan adanya kerusakan immunitas seluler.

B. Perkembangan HIV/AIDS di Dunia dan di Indonesia
AIDS diperkirakan muncul di Afrika Sub Sahara pada abad ke-20 dan sekarang menjadi wabah global. WHO memperkirakan 2.8 - 3.5 juta jiwa melayang karena AIDS pada tahun 2004.
Di negara - negara yang memiliki akses ke penanganan obat antiretroviral tingkat kematian dan kejadian menurun. Namun, obat tersebut juga memiliki efek samping seperti Lipodystrophy, Dyslipidacmia dan penolakan insulin.
Kasus pertama di temukan di San Fransisca pada seorang gay pada tahun 1981. Menurut UNAIDS (Badan PBB Untuk Penanggulangan AIDS) sampai dengan akhir tahun 1995 jumlah yang terinfeksi HIV di dunia telah mencapai 28 juta dimana 2.4 juta diantaranya adalah kasus bayi dan anak - anak. Setiap had terjadi infeksi baru sebanyak 8.500 orang dan sekitar 1.000 diantaranya adalah bayi dan anak - anak.
Sejumlah 5.8 juta orang telah meninggal akibat AIDS, 1.3 juta diantaranya adalah bayi dan anak - anak. AIDS telah menjadi penyebab kematian utama di Amerika Serikat, Afrika Sub Sahara dan Thailand. Di Zambia, epidemi AIDS telah menurunkan usia harapan hidup dari 66 tahun menjadi 33 tahun. Di Zimbabwi akan menurun dad 70 tahun menjadi 40 tahun dan di Uganda akan turun dad 59 ahun menjadi 31 tahun pada tahun 2010.
Sampai Juli 1993 telah dilaporkan sekitar 718.894 kasus AIDS dari 182 negara di dunia ke Badan Kesehatan Dunia (WHO). Sedangkan WHO memperkirakan sekitar 2.5 juta kasus AIDS dan 14 juta HIV positif dengan perincian :
Amerika Utara 1 juta
Amerika Latin 1.5 juta
Eropa Barat  500.000
Eropa Timur dan Asia Tengah  50.000
Afrika Utara dan Timur Tengah  75.000
Afrika Sub Sahara  8 juta
Asia Timur dan Pasifik  25.000
Asia Selatan dan Tenggara  1.5 juta
Australia  25.000
Diperkirakan pada tahun 2000 akan terdapat 40 juta HIV.
Di Indonesia kasus AIDS pertama kali ditemukan pada tanggal 5 April 1987 di Bali pada seorang wisatawan Belanda. Menurut Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular Dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Depkes RI, jumlah kumulatif kasus HIV J AIDS (+) per Januari 2000 adalah 1080 kasus yang terdiri dari 794 kasus HIV (+) dan 286 kasus AIDS.

C. Pola Penularan Virus AIDS
Virus AIDS ditemukan dafam cairan tubuh manusia dan paling banyak ditemukan dalam darah, cairan sperma dan cairan vagina. Pada cairan tubuh lain juga bisa ditemukan seperti cairan ASI tetapi jumlahnya sangat sedikit.
HIV masuk tubuh manusia terutama melafui darah, semen dan sekret vagina serta transmisi dari ibu ke anak. Ada tiga cara penularan HIV adalah :
1. Hubungan Seksual
Baik secara vaginal, oral maupun anal dengan seorang pengidap. ini adalah cara yang paling umum terjadi meliputi 80-90% total kasus sedunia.
Cara penularan Efficiency per single exposure Estimated percentage of global total
Tranfusi Darah  90% 3-5%
Perinatal ± 30% 5-10%
Hubungan Seksual 0.1-1% 70-80%
- Heteroseksual > 70%
- Homoseksual 5-10%
Injecting Drug use-Sharing Needle 0.5-1% 5-10%
Health care-Needle Stick 0.5% <0.1%

2. Kontak Langsung Dengan Darah, Produk Darah Dan Jarum Suntik
Tranfusi darah atau produk darah yang tercemar mempunyai resiko > 90%, ditemukan 3 - 5 % total kasus sedunia. Pemakaian jarum suntik tidak steril atau pemakaian bersama jarum suntik dan spuitnya pada pecandu narkotik beresiko 0.5 - 1%, ditemukan 5 - 10 % total kasus sedunia. Penularan melalui kecelakaan tertusuk jarum pada petugas kesehatan mempunyai resiko 0.5% dan mencakup <0.1 % total kasus sedunia.
3. Transmisi Secara Vertikal Dari Ibu Hami! Pengidap HIV Kepada Bayinya Melalui Placenta.
Resiko penularan dengan cara ini 25 - 40% dan terdapat <0.1% total kasus sedunia.

D. Perjalaan Infeksi HIV/AIDS
Pada saat seseorang terkena infeksi virus AIDS maka diperlukan waktu 5 -10 tahun untuk sampai ke tahap yang disebut AIDS. Setetah virus masuk kedalam tubuh manusia, maka selama 2 - 4 bulan keberadaan virus tersebut belum bisa terdeteksi dengan pemeriksaan darah meskipun virusnya sendiri sudah ada dalam tubuh manusia. Tahap ini disebut sebagai periode jendela. Sebelum masuk pada tahap AIDS, orang tersebut dinamai HIV positif karena dalam darahnya terdapat HIV. Pada tahap HIV+ ini maka keadaan fisik yang bersangkutan tidak mempunyai kelainan khas ataupun keluhan apapun dan bahkan bisa tetap bekerja seperti biasa. Dari segi penulara:n, maka dalam kondisi ini yang bersangkutan sudah aktif menularkan virusnya ke orang lain jika dia mengadakan hubungan seks atau menjadi donor darah.
Sejak masuknya virus dalam tubuh manusia maka virus ini akan menggerogoti sel darah putih (yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh) dan setelah 5 - 10 tahun maka kekebalan tubuh akan hancur dan penderita masuk dalam tahap AIDS dimana terladi berbagai infeksi seperti infeksi jamur, virus - virus lain, kanker dan lain sebagainya. Penderita akan meninggal dalam waktu 1 - 2 tahun kemudian karena infeksi tersebut.
Setelah masuk tubuh, virus menuju ke kelenjar limfe dan berada dalam sel dendritik selama beberapa hari. Kemudian terjadi sindram retroviral akut seperti flu disertai viremia hebat dengan keterlibatan berbagai kelenjar limfe. Pada tubuh timbul respon imun humoral maupun selular. Sindrom ini akan hilang sendiri setelah 1 - 3 minggu. Kadar virus yang tinggi dalam darah dapat diturunkan oleh sistem imun tubuh. Proses ini berlangsung berminggu - minggu sampai terjadi keseimbangan antara pembentukan virus baru dan upaya eliminasi oleh respon imun. Titik keseimbangan yang disebut sel point ini penting karena menentukan perjalanan penyakit selanjutnya. Bila tinggi, perjalanan penyakit menuju AIDS akan berlangsung lebih cepat.
Serokonversi (perubahan antibodi negatif menyadi positif) terjadi 1 - 3 bularr setelah infeksi, tetapi pernah juga dilaporkan selama 8 bulan. Kemudian pasien akan memasuki masa tanpa gejala. Dalam masa ini terjadi penurunan bertahap jumlah CD4 (jumlah normal 800 - 1.000/mm) yang terjadi setelah replikasi persisiem HIV derrgan kadar RNA virus relatif konstan.
CD4 adalah reseptor pada limfosit TA yang menjadi target utama HIV. Pada awalnya penurunan jumlah CD4 sekitar 30 - 60/mm3 pertahun, tapi pada 2 tahun terakhir penurunan jumlah menjadi 50 - 100/mm3 pertahun sehingga bila tanpa pengobatan rata - rata masa infeksi HIV sampai menjadi AIDS adalah 8 - 10 tahuri, dimana jumlah CD4 akan mencapai kurang dari 2001mm3.
Dinegara industri, seorang dewasa yang tennteksi HIV akan menjadu AIDS dalam kurun waktu 12 tahun, sedangkan di negara berkembang kurun waktunya lebih pendek yaitu 7 tahun.
Setelah menjadi AIDS, survival rate di negara industri telah bisa diper,panjang menjadi 3 tahun, sedaregkan di negara berkembang masih kurang dari 1 tahun. Survival rate ini berhubungan erat dengan penggunaan obat anJ retrcwiral, pongobatan ter1iadap infeksi opertunistik dan kwalitas pelayanan yang lebih baik. Pola infeksi secara global sekitar 90% kasus HIV / AIDS ada dinegara berkembang.

E. Tanda dan Gejala AIDS
AIDS yang berhubungan dengan sarkoma kaposi f.ampil dengan lasi - lesi kecoklatan atau keungu - unguan yang mungkin tampak pada permukaan kulit. Tanda dan gejala seringkali tampak secara tiba - tiba dalam satu pola pernyebaran di atas kulit dari pada hanya terisolasi pada kaki atau ekstremitas bawaFr, seperti nalnya sarkonra kaposi.
Tanpa pengobatan lesi - lesi ini cenderung menjadi multiplek secara sepat dan mungkin sangat nyeri. Lesi - lesi tersebut mungkin berkait.an denga1 auanya rnvasi dermal dengan derajat yang lebih besar. Tanda dan gejal2 juga mungkir. torrt;ateksi pada mukosa mulut, saluran pencernaan, mukosa anal, nodus limfa, jantung, limfa, testis dan paru - paru. Jika terkena paru - paru akan timbul taraa - tanda yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan hanya bertahan hidup kebeberapa bulan saja.
Adanya tanda dan gejala AIDS yang berkaitan dengan limforma mungkin serupa dengan hal tersebut yang dialami pada seseorang dengan non-infeksi. Demam, berkeringat malam dan atau berat badan menurun diketahui sebagai gejala B klasik
limfoma dan ini muncul pada 60 - 70% pasien terinfeksi AIDS. Limfadanooati adaiah gejala limfoma umum lainnya. Pada populasi dengan AIDS ini mimgkin sulit untuk ditentuan tanpa biopsi, apakah ini befiubungan dengan AIDS atau limfoma. Ketika limfoma muncul pada bagian luar dari sistem limfatik, ini menunjukkan sebagai suatu daerah penyakit ekstranodal.
Pada limfoma yang berhubungan dengan AIDS, daerah penyakit ekstranodal meliputi sumsum tulang, traktus gastrointestinal, anus, hep,ar dan SSf'. Tidak seperti limfoma asal, 30% pasien dengan AIDS befiubungan dengan limfoma mempunyai keterlibatan SSP. Gejala neurologis seperti perubahan status mental, sakit kepala, paralisis saraf - saraf kranial, kejang atau somnolen mungkin mencgindikasikan infeksi SSP atau limfoma. Biopsi pembedahan dari daerah yang terkena, jika memunckinkan merupakan metode yang ada untuk mengkonfirmasikan diagnosis tersebut.

Adapun gejala - gejala yang biasa nampak pada penderita AIDS yaitu:
Rasa lelah yang berkepanjangan.
Sesak nafas dan batuk yang berkepanjangan.
Berat - badan menurun secara menyolok.
Pembesaran kelenjar di leher, ketiak, lipatan naha tanpa sebab yang jalas
Bercak merah kebiruan pada kulit (kanker kulit)
Sering demam iebih dari 38°C disertai keringat malam tanpa sebab yang jelas
Diare lebih dari satu bulan tanpa sebab yang jelas.

F. Kondisi yang Rawan Terhadap AIDS
Infeksi virus AIDS terutama disebabkan oleh prilaku seksual yang berganti - ganti pasangab. Oleh karena itu yang paling beresiko untuk tercumu- AIDS adalah siapa saja yang mempunyai prilaku tersebut. Harus diingat bahwa prilaku 3eperti ini bukan hanya dimiliki oleh kelompok pekerja seks tetapi juga oleh kelompok lain seperti remaja, mahasiswa, eksekutif muda dan sebagainya. Jadi yang menjadi masalah disini bukan "kelompok" mana tetapi pada "prilakun yang berganti - ganti pasangan.
Kondisi yang ditetapkan sebagai AIDS (CDC, 1993 revisi):
1. Keganasan
 Sarkoma Kaposi
 Limfoma Burkitt
 Limfoma Imunoblastik
 Limfoma primer pada otak
 Kanker leher rahim invasif
 Ensefalipati yang berhubungan dengan infeksi HIV
 Sindrom kelelahan karena infeksi HIV
 Penurunan imunita yang hebat (CD4 <200/mm3)
2. Infeksi opertunistik
 Kandidosis pada bronkus, trakea atau paru
 Kandidosis pada esofagus
 Koksidiodomikosis diseminata atau ekstrapulmoner
 Kriptosporidiosis pada usus bersifat kronis (lebih dad satu bulan)
 Infeksi Cyfomegalovirus (selain herpes, limpa atau kelenjar limfe)
 Infeksi Cyfomegalovirus retinitis (disertai kehilangan visus)
 Herpes simpleks ( nlkus kronis lebih dari 1 bulan, bronkitis . pneum.onids atau esofagitis)
 Histoplasmosis (diseminata atau ekstra pulmoneir)
 Isosporiasis pada usus bersifat kronis (lebih dari 1 bulan)
 Mycobacterium avium complex atau M. kansasii diseminata atau ekstrapulmoner. R Mycobacterium (spesies lain atau tidak dapat ditPntukan) diseminata atau ekstrapulmoner
 Mycobacterium tuberculosis (pada paru atau ekstrapulmoner)
 Pneumocytis carinii pneurnonia
 Pneumonia rekurens
 Leukoensefalopati multifokal progresif R Salmonella septikemia rekurens
 Toksoplasmosis pada otak.

G. Pemeriksaan Diagnostik dan Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan darah awal untuk menentukan adanya irLfeksi HIV adalah enzymelinkedimmunosorbent assay (ELISA) yang memeriksa dan menguji adanya anribodi. lni adalah tes skrining yang paling umum diulang lalu dikonfirmasikan raengan sistem Blot. Lamanya waktu antara infeksi dengan virus AIDS dan perkembangan antibodi tetap belum diketahui.
Untuk alasan ini seseorang yang terpajan pada virus harus dilakukan pemeriksaan secara periodik untuk mengkonfirmasikan sarkoma kanosi atau iimfoma. Bronkoskopi, endoskopi atau kolonoskopi mungkin amat penting juga untuk mendapatkan biopsi jaringan pulmonal don atau lesi - lesi saluran pencernaan.
Skaning CT mungkin bermanfaat dalarn menentukan luasrrya sarkoma Kaposi atau limfoma. Pencitraan neurologis radiografik umumnya dilakukan taagi pasaen dengan gejala SSP. Akan tetapi, biopsi otak tetap hanya merupakan metode penentuan apakah lesi SSP dihubungkan dengan toksoplasmosis atau limfoma.
Pemeriksaan penunjang
Diagnosis laboratorium dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu:
a. Cara langsung yaitu isolasi virus dari sampel. Umumnya dengan menggunakan mikroskop elektron dan deteksi antigen virus. Salah .satt deteksi antigen virus adalah dengan Polymerase Chain Reaction (PCR), antam lain untuk :
• Tes HIV pada bayi karena zat anti dad ibu masiii ada pada bayi sehingga menghambat pemeriksaan serologis.
• Menetapkan status infeksi pada individu seronegatif.
• Tes pada kelompok resiko tinggi sebelum ierjadi serokonversi
• Tes konfirmasi untuk HIV-2 sebab sensitivitas ELISA unduk HIV-2 rendah
b. Cara tidak langsung yaitu dengan melihat respuns zat anti spesifik.Tes misalnya :
• ELISA, sensitivitas tinggi (98.1 - 100%). Biasany-d memberikan hasil positif 2-3 bulan sesudah infeksi hasil positif harus dikonfrmasikan denga.n yemeriksaan Westem Blot.
• Westem Blot, spesitifitas tinggi (99.6 - 100°10). Namum pemerikvaan ini cukup sulit, mahal dan membutuhkan waktu sekitar 24 jam. Wtutiak diperhatikan untuk korsfrmasi hasil pemeriksaan ELISA positif.
• Immunofluorescent assay (IFA)
• Radioimmunopraecipition assay (RIPA)

H. Pencegahan AIDS
Pada pdnsipnya, pencegahan dapat dilakukan dengan cara mencegah penularan virus AIDS. Karena penularan AIDS terbanyak adalah melainkan hubungan seksual anaka" penularan AIDS bisa dicegah dengan tidak berganti - ganti pasangan seksual. Pencegahan lain adalah melalui pencegahan kontak darah misalnya pencegahan penggunaan jarum suntik yang diulang. Pengidap virus tidak boleh menjadi donor darah.
Secara ringkas pencEngahan dapat dilakukan dengan formulir A-B-C. A adalah abstinensia artinya tidak rnelakukan hubungan seks sebelum menikah. B adalah befaithful artinya jika sudah menikah hanya behubungan seks dengan pasangannya saja. C adalah condom artinya jika memang cara A dan B tidak ttisa dipatuhi maka harus di gunakan alat pencegahan dengan menggunakan kondom.

I. Prediksi yang akan Datang
Pada ta,hun 2000 diperkirakan jumlah kasus HIV I AIDS akar menirogkat menjadi . 30-40 juta orang dan pertambahan kasus baru terbanyak akan ditemukan di Asia Tenggara. Dinegara industri telah tertihat penurunan jumlah jumlah kasus baru (insidens) per tahun. Di Amerika Serikat, telah turun dari 100.000 kasus baru eper tahun menjadi 40.000 kasus baru per tahun. Pola serupa juga terlihat di Eropa Utara. Austraia dan Selandian baru.
Penurunan kasus barv terkait dengan tingkat pemakaman kondom, berkurangnya jumlah pasangan seks dan memasyarakatnya pendidikan seks untuk recnaja. Penurunan infeksi HIV juga terjadi sebagai dampak membaiknya diagnosa dini dan pengobatan yang adekuat untuk penyakit menular seksual.

J. Tahapan Pandemi AIDS
Pada awalnya dimulai dengan penularan pada kelompok homoseksual (gay), karena diantara kelompok homoseksual juga ada yang biseksual maka infeksi melebar ke kelompok heteroseksual yang sering berganti-ganti pasangan.
Pada tahap kedua, infeksi mulai meluas pada kelompok pelacur dan pelareggannya. Pada tahap ketiga berkembang penularannya pada istri dari pelanggan pelacur. Pada tahap empat mulai meningkat penularan pada bayi dan anak dari ibu yang mengidap HIV.

K. Kerentakan Wanita pada Infeksi HIV
Wanita lebih rentan terhadap penularan HIV akibat faktor anatorni-biologis dan fi:1ktor sosiologi-gender. Kondisi anatomis-biologis wanita menyebabkan struktur panggu! wanita dalam posisi "menampung" dan alat reproduksi wanira sifatnya "ma.suk xedalam" dibandingkan pria yang sifatnya "merronjol keluar". Kea.daan ini mPnyebahkan mudahnya terjadi infeksi kronik tanpa diketahui yang bersangkutan oleh yang bersa agkutan. Adanya infeksi kronik akan memudahkan masuknya virus HIV.
Mukosa atau lapisan dalam ala' reproduksi wanita juga sangat halus dan mudah mengalami perlukaan pada proses hubungkan Perlukaan ini juga memudahkan terjadinya infeksi virus HIV.
Faktor sosiologis-gender berkaitan dengan rendatmya status sosial wanita (pendidikan, ekonomi, keterampilan). Akibatnya kaum wanita dalam keadaan rawan yang menyebabkan terjadinya pelecehan dan penggunaan kekerasan seksual dan akhirnya terjerumus ke dalam pelacuran sebagai strategi survival.

L. Situasi HIV/AIDS di Indonesia
Sampai dengan bulan September 1996, jumlah kasus HIV / AIDS rnancapai 449 orang dengan kelompok umur terbanyak pada usia 20 - 29 tahur, (47° a) dan keiompok waMa sebanyak 27%, kelompok usia produktif (15 - 49 tehun) nrenr,ayai 87%. Dilihat dari lokasi, kasus terbanyak. ditemukan di DKI Jakarta, Irian Jaya dan Riau.
Jumlah kasus yang tercatat diatas adalah menurut catatan resmi yang jauh lebih rendah dari kenyataan sesungguhnya akibat keterbatasan dari sistem sunreilance perangkat kesehatan kita.
Permasalahan HIV / AIDS dibanyak negara memang rnemperlihatkan fenomena gunung es, dimana yang tampak memar•g jauh lebih kecil dibandingkan jurnlah sesungguhnya.
Upaya penanggulangan AIDS di Indonesia masih hanyak ditujukan kEpada kelompok - kelompok seperti para pekerja seks dan waria, meskipun juga sudah digalakkan upaya yang ditujukan kepada masyarakat umum seperti kaum ibu, mahasiswa dan remaja sekolah lanjutan. Yang masih belum diganap secara mernactai adadah kelompok pekerja di perusahaan yang merupakan kelompok usia produkte.
Proyeksi perkembangan kasus HIV / AIDS di Indonesia d9perkirakan akan menembus angka 1 juta kasus pada tahun 2005 dan sesuai pala epidernilogis yang ada maka jumlah kasus terbanyak akan ada pada kelompak usia produktif (patut diingat bahwa tahun 2003 Indonesia akan memasuki pasar bebas APEC da'i membutuhkan SDM yang tangguh untuk bersaing dipasar global.
M. Pengobatan dan Vaksinasi
Pertemuan Konperensi Intemasional AIDS ke XI di Vancouver bwian Juli 1996 yang lalu melaporkan penggunaan tiga obat kombinasi (triple drugs) yang rnampu menurunkan viral load hingga jumlah minimal dan memberikan harapan penyembuhan.
Kendala yang dihadapi umtuk pengobatan adalah biaya yang mahaii untuk penyediaan obat dan biaya pemantauan "aboratotium yang mencapai US$ 16.000 - US$ 25.000 per tahun. Kendala lain adalah kepatuhan penderita unrtuk minum abai secara disiplin dalam jangka waktu 1.5 - 3 tahun, karena abat yang diminum secara tidak teratrur akan menyebabkan resistensi.
Diperkirakan karena mahalnya biaya pengabatan, maka hanya ada 5 - 10% pengidap HIV yang mampu berobat dengan menggunakan triple drugs ini. Jika: masalah biaya ini tidak bisa diaiasi, maka adanya obat tidak akan mampu membrantas HIV /AIDS secara bermakna.
Penelitian untuk menemukan vaksi pencegahan HIV juga terus dilakukan. Biaya vaksinasi diperkirakan tidak akan semahal triple drugs. Seandainya ditemukan vaksin untuk pencegahan HIV, kendalanya adalah harus dicapainya jumlah cakupan vaksinasi yang tinggi (80%) jika diinginkan dampak pembrantasan HIV. untuk mencapai cakupan sebesar ini diperkirakan akan membutuhkan biaya yang cukup mahal dan sulit disediakan oleh negara berkembang.
Dampak sampingan dari mahalnya obat dan ketersediaan biaya untuk pelaksanaan vaksinasi, menyebabkan munculnya isu diskriminasi banj yaitu kaya dan miskin. Pengidap HIV yang kaya akan mampu menyediakan biaya untuk triple drugs, tetapi yang miskin akan mati. Negara industri kaya bisa menyediakan biaya untuk mencapai cakupan vaksinasi yang tinggi, sedangkan negara berkembang mungkin, tidak mampu.

N. Diagnosa yang Dapat Ditegakkan untuk Pasien AIDS
1. Kerusakan pertukaran gas B.d infeksi pulmoner keganasan paru yang terkena.
2. Potensial terhadap infeksi B.d gangguan immunologi beret dan progesi atau awitan infeksi opertunistik.
3. Perubahan proses pikir B.d defisit memori.
4. Nyeri B.d neoplasma atau infeksi.
5. Diare B.d infeksi GI, Sarkoma kaposi atau kemoterapri
6. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh B.d peningkatan kebuauhan metabolisme, malabsorpsi, anoreksia, mual, muntah, stomatitis atau diare.
7. Perubahan membran mukosa oral B.d infeksi kandida, herpes simpfeks, leukoplakia, sarkoma kaposis atau kemoterapi.
8. Potensial perubahan perlindungan B.d trombositopenia.
9. Potensial terhadap kerusakan integritas kulit B.d mal nutrisi, ofeksi karena AIDS, imobilitas, sarkoma kaposis atau kemoterapi.
10. Potensiai terhadap gangguan citra tubuh B.d lesi sarkoma kaposis penurunan berat badan hebab disebabkan oleh mal nutrisi dan atau inkotaaensia diare dan bau atau alopesia disebabkan oleh kemoterapi.
11. Potensial terhadap gangguan cintra tubuh B.d lesi sarkoma kaposis, penurunan berat badan hebat disebabkan oleh mal nutrisi dan atau inkotinensia diare dan bau atau alopesia disebabkan oleh kometerapi.
12. Potensial terhadap cidera B.d perubahan penglihatan, auditorius dan taktil dalam berespon terhadap infeksi HIV atau iinfeksi oportunistik.
13. Intoleran aktivitas B.d ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen
14. Disfungsi seksual B.d keterbatasan yang dimungkinkan oleh gejala-gejala kelelahan, transmisi penyakit atau impoten.
15. Isolasi sosial B.d stigma sosial karena infeksi HIV, ketidak adakuatan sistem pendukung, rasa takut akibat mendapat inteksi dari orang lain.
16. Disfungsi berduka B.d perubahan dalam fungsi, gaya hidup, prognosis yang mengancam hidup.
17. Kurang pengetahuan B.d kurangnya informasi mengenai proses penyakit, pengurangan komplikasi atau resiko, nutrisi, aktivitas dan perawatan kesehatan berkelanjutan.
18. Nyeri B.d inflamasi sendi, edema
19. Kerusakan mobilitas fisik B.d inflamasi sendri, pembengkakan dan nyeri
20. Potensial terhadap cidera B.d resiko efek samping agen farmakologi
21. Gangguan citra tubuh B.d perubahan fungsi tubuh
22. Defisit perawatan diri: pemberian makanan, mandi atau higiene, berpakaian atau berdandan B.d kerusakan kemampuan fisik.
23. Resiko tinggi terhadap infeksi B.d penurunan respon imun, kerusakan kulit.

PASIEN DENFAP AIDS
Masalah Keperawatan Tujuan keperawatan Tindakan Evaluasi
Pernapasan - Batuk kering
- Naps pendek
- Resiko yang lebih tinggi untuk mendapat infeksi saluran pernapasan - Pasien tidak ada keluhan batuk kering
- Pasien mengalami napas pendek ini tidak sebagai gangguan
- Resiko infeksi saluran pernafasan dan paru-aru dapat dibatasi - Hindari lingkungan yang berasap atau yang berudara dingin
- Batasi ketegangan –ketegangan
- Batasi adanya perubahan suhu yang besar
- Sikap tubuh waktu tidur sesuai
- Batasi situasi terhadap kemungkinan terjadinya infeksi
- Tunjang dengan penatalaksanaan medis. - Setiap hari
Makan dan minum - Napsu makan menurun
- Mual
- Resiko kurang cairan (dehidrasi)
- Muntah
- Berat badan menurun
- Infeksi pada selaput lendir mulut - Status nutrisi pasir optimal
- Pasien mengalami mual minimal
- Kondisi selaput lendir mulut pasien optimal - Beri porsi makan dan minum sedikit dan sering
- Hindari jenis makanan yang merangsang
- Tetap pertahankan keseimbangan cairan tubuh
- Perawatan yang baik pada saat terjadi muntah
- Perawatan mulut yang baik (sesuai anjuran dokter) - Setiap hari
Eliminasi - Diare
- Inkontinensia
- Infeksi oleh herpes disekitar anus dan alat kelamin yang membuat iritasi
- Keringatan berlebihan - Pasien tidak mengalami gangguan diare dan diare yang muncul hanya berdampak minimal.
- Pasien tidak/sedikit mengalami gangguan inkontinensia dan inkontinensia yang muncul hanya menimbulkan gangguan minimal.
- Pasien mengalami gangguan gatal-gatal dan iritasi minimal
- Pasien mengalami gangguan minimal dari keringat yang berlebihan - Diet yang cocok dengan cairan yang adakuat
- Perhitungkan timbulnya diare
- Perawatan kulit yang baik juga higiene pribadi dan pelaksanaan yang benar tentang penatalaksanaan yang telah disepakati. - Setiap hari
Regulasi suhu - Demam
- Gangguan berkeringat pada malam hari
- Gangguan indera perasa - Pasien mengalami gangguan minimal dari demam, berkeringat malam hari dan gangguan indera perasa - Perawatan pribadi dan higiane yang baik
- Berikan minum yang cukup
- Perhatikan khusus para saat memberikan panas dari sumber –sumber panas - Setiap hari
Sikap dan gerak - Mobilitas yang terbatas akibat kelelahan
- Sakit pada persendian kaki dan telapak kaki
- Terbaring di tempat tidur
- Kelumpuhan akibat gangguan neurologis - Pasien bergerak sebanyak mungkin sesuai kemampuannya
- Pasien cukup beristirahat
- Pasien cukup beristirahat
- Pasien tidak mengalami akibat gangguan dan ketidak nyamanan selama harus terbaring di tempat tidur Stimulasi pasien untuk bergerak dan bantu dalam pelaksanaannya
Perhatikan terhadap bahaya yang timbul dari istirahat di tempat tidur dan mengambil tindakan preventif yang diperlukan -Setiap minggu
Perawatan pribadi - Kelelahan
- Kesakitan
- Masalah perawatan yang spesifik - Perawatan pribadi bagi pasien tidak menjadi beban
- Perawatan pribadi di tujukan pada permintaan khusus dan lingkungan pasien - Pertimbangan yang baik antara mempertahankan kemandirian pasien dan pengambil alihan aktivitas yang berhubungan dengan sakit yang muncul dan cepat lelah
- Perhatian istimewa, menurut anjuran yang di sepakati dan sebagai pedoman bagi masalah perawatan spesifik - Setiap hari
Istirahat, keteraturan dan aktivitas - Pasien sangat lemah dan gelisah
- Cepat lelah bila beraktivitas - Kebutuhan istirahat terpenuhi dan lingkungan pasien mendukung untuk istirahat - Atur keseimbangan antara tidur dan aktivitas
- Buat lingkungan sosial yang mendukung aktivitas pasien
- Tentukan waktu untuk melakukan aktivitas dan sediakan waktu istirahat tanpa gangguan - Setiap minggu
Komunikasi dan interaksi - Pasien terisolasi
- Enggan mengadakan interaksi dengan orang lain
- Mengalami sindrom demensia - Pasien tidak merasa terisolasi, kesepian dan sendiri
- Pasien mampu membentuk hubungan dengan lingkungan sosialnya
- Pasien mengalami kontak nyata sesuai kebutuhan - Bantu pasien menciptakan komunikasi
- Bantu menciptakan interaksi pasien dengan orang lain
- Ciptakan lingkungan sosial dalam ruang perawatan pasien - Setiap minggu
Keamanan, perlindungan dan keintiman - Pasien cenderung mudah terinfeksi
- Pasien butuh bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
- Pasien memerlukan perawatan khusus - Pasien dapat menerima situasi
- Pasien dalam kondisi bebas dari faktor yang menyebabkan cedera - Bantu pasien memenuhi kebutuhan sehari-hari
- Dampingi dalam memenuhi aktivitas hidup sehari-hari dan atau perawatan diri
- Ajarkan keluarga atau orang-orang terdekat tentang cara membantu perawatan pasien - Setiap minggu
Konsep diri - Pandangan hidup pasien tidak sesuai dengan harapannya pada waktu lalu - Pasien mendapatkan keyakinan tentang kematian yang akan dihadapi sisa hidupnya dengan semangat. - Bantu pasien dalam memenuhi keyakinan tentang tujuan hidupnya
- Libatkan orang terdekat, keluarga dan atau rohanian dalam menyertai pasien menghargai kematian - Setiap diperlukan
per minggu


DAFTAR PUSTAKA

www.geogle.com
www.yahoo.com
Mansjoer, Arif dkk. 1999 `Kapita Selecta Kedokteran Edisi 3 Jilid 2" Jakarta. Media Aesculaplus
Raga Waluya, Bisma. 1988 "AIDS Di Sekeliling Kita" Bandung. Pionir Jaya
Stevens, P.J.M. 1999 "llmu Keperawatan Edisi 2 Ji1id 2” Jakarta. EGC
Engram, Barbara. 1998 "Rencana Asuhan Keperawatan Medikal 8cdah Vo1UME 3" Jakarta. EGG
Martin Tucker, Susan dkk. 1998 "Standar Perawatan Pasien, Proses Keperawatan, Diagnosis Dan Evaluasi Edisi 5 Volume 3" Jakarta. EGG
Gale, Danielle. 1999 "Rencana Asuhan Keperawatan Orikologi Jakarta. EGC

Terima kasih atas waktunya untuk membaca MIKROBIOLOGI AIDS ini, dengan harapan semoga artikel MIKROBIOLOGI AIDS ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel MIKROBIOLOGI AIDS terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke Wani pada lain kesempatan

Artikel Terkait : MIKROBIOLOGI AIDS » Makalah

10 comments:

Anonymous said...

This might be a bit off-topic but I believe there are a lot of smokers here on www.blogger.com. I decided to find a good vendor of e-cigarettes. I'm done with paying so much for normal cigarettes.A friend recommended [url=http://www.insanereleases.info/greensmokef.html]G Smoke[/url] According to their website this is how they described their product:
"Green Smoke offers quality Electronic cigarettes with spendable cartridges that compose of the highest smoke volume in the industry. With a variety of flavors and nicotine levels, Green Smoke's™ patented product offers convenience and performance that is unmatched. G Smoke products have been independently tested for safety."
I'm thinking of buying them. Anyone else have experience with this e-cigarette?

Anonymous said...

Hello,
I have developed a new clean web 2.0 wordpress theme.

Has 2 colours silver and blue, has custom header(colour or image).
I am curently working on it, so if you have suggestions let me know.

You can view live demo and download from here www.getbelle.com
If you found bug reports or you have suggestions pm me.
Wish you a happing using.

many thanks to [url=http://www.usainstantpayday.com/]USAInstantPayDay.com[/url] for paying the hosting and developement of the theme

Geleclaibra

Anonymous said...

Shalom

This is the best place to watch movies for free:
http://www.freemoviez.biz

Movies are very good

Chaw

[URL=http://www.freemoviez.biz][IMG]http://static.thepiratebay.org/img/firefox-22.png[/IMG][/URL]

Anonymous said...

Are you thinking of getting involved into some serious fun sessions? If yes, then don't think beyond New York escorts. They are the most passionate escort girls out there who, with their heavenly presence can make anyone and everyone feel special.
Also, Escort girls New York are now available for incall and outcall services for almost all the New York locations.
Payment for your girl can be done online instantly. So, you should not have any sort of issue regarding anything.
You can easily book the Bijou and she will always arrive at the right time at a designated place. Even a very short notice can do the job for you. Complete satisfaction is guaranteed, both in mental and physical terms. If you want to hang out with a simple and adorable girl, you will get it. On the other hand, if you want to go out with a girl this is also perfectly possible. You don't have to worry about privacy matters because there are no doubts about the professional integrity of New York independent escort. Before introducing them to the clients, all the credentials of Bijou are properly checked.
[url=http://bijouescorts.com]Queen Escort[/url] The growing popularity of a New York escort agency has been the outcome of a number of factors. First, a New York based escort agency believes in offering only the most exciting range of escort fun. Secondly, the rates that such an escort agency charges always comes under one's budget. Thirdly, instant access of girls in and around New York has been another major contributing factor in its success.

The services offered by the hottest and glamorous ladies of New York are often admired because of their truly sensual companionship. The services offered are of superior level and may vary with different providers. The booking process is very easy and user friendly with many viable payment options available.
http://bijouescorts.com The glamorous and the sexiest young escorts from New York are available in several varieties as desired by the clients. They have their own impressive style that explains a statement about their personality and high-end professionalism. You can take these girls as the most stimulating companion on any tour or social events and functions. The erotic ladies with beauty and glamour can offer a wide range of services especially for the clientele. Clients can enjoy peep shows, erotic dancing, twosome and threesome physical entertainment services, cam to cam erotica, live chat, massage services, etc.

Anonymous said...

hey all

I figured it would be a good idea to introduce myself to everyone!

Can't wait to get to know you all better!

-Marshall

Thanks again!

Anonymous said...

if you guys desideratum to non-sacred [url=http://www.generic4you.com]viagra[/url] online you can do it at www.generic4you.com, the most trusted viagra drugstore with a image generic drugs.
you can buffet into uncover drugs like [url=http://www.generic4you.com/Sildenafil_Citrate_Viagra-p2.html]viagra[/url], [url=http://www.generic4you.com/Tadalafil-p1.html]cialis[/url], [url=http://www.generic4you.com/VardenafilLevitra-p3.html]levitra[/url] and more at www.rxpillsmd.net, the pre-eminent [url=http://www.rxpillsmd.net]viagra[/url] informant on the web. well another great [url=http://www.i-buy-viagra.com]viagra[/url] pharmacy you can find at www.i-buy-viagra.com

Anonymous said...

[url=http://bejepewa.t35.com/news_271.html]blackjack online no gambling[/url] [url=http://bejepewa.t35.com/news_195.html]online gambling youbet[/url] [url=http://bejepewa.t35.com/news_29.html]poker gambling online[/url] [url=http://bejepewa.t35.com/news_161.html]online gambling with amex[/url] [url=http://bejepewa.t35.com/news_700.html]free internet casino online gambling games[/url]

Anonymous said...

[url=http://bidejehi.t35.com/news_31.html]betting casino directory.com online[/url] [url=http://bidejehi.t35.com/news_449.html]frontier casino in las vegas[/url] [url=http://bidejehi.t35.com/news_665.html]chargeback online gambling funds[/url] [url=http://bidejehi.t35.com/news_363.html]online game bonus roulette casino gambling[/url] [url=http://bidejehi.t35.com/news_628.html]casino macs online[/url]

Anonymous said...

Infatuation casinos? study this juvenile [url=http://www.realcazinoz.com]online casino[/url] advisor and get up online casino games like slots, blackjack, roulette, baccarat and more at www.realcazinoz.com .
you can also delay our stylish [url=http://freecasinogames2010.webs.com]casino[/url] handle at http://freecasinogames2010.webs.com and conquer true to life money !
another show-off [url=http://www.ttittancasino.com]casino spiele[/url] within an eyelash of is www.ttittancasino.com , instead of german gamblers, offshoot in not busy online casino bonus.

Anonymous said...

Greets dude!

It is my first time here. I just wanted to say hi!