Aplikasi Wadi’ah Mudharabah

1.Wa'diah
Perbankkan menjadi penting dalam perekonomian Negara karena ia salah satu tempat perputaran uang dan modal. Semakin besar perputaran uang ini diarahkan untuk investasi, semakin besar pengaruh positifnya terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat dan ekonomi negara pada umumnya.

A.Pengertian wadi’ah
Wadi’ah atau despository menurut bahasa adalah titipan atau simpanan. Dalam literatur fikih, para ulama berbeda-beda pendapat dalam mendefinisikan wadi’ah disebabkan perbedaan mereka dalam beberapa hukum yang berkenaan dengan wadi’ah tersebut, yaitu perbedaan dalam masalah permberian upah bagi pihak penerima titipan, transaksi ini dikategorikan tawkil atau sekedar menitip, dan barang titipan tersebut harus berupa harta atau tidak.
Diantara definisi wadi’ah adalah “titipan murni dari satu pihak kepihak lain, baik individu maupun badan hukum, yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja penitip menghendaki”.
Jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, hendaklah yang dipercaya itu menunaikan amanat (utangnya) dan hendaknya ia bertakwa kepada allah tuhannya.
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.
Ayat ini turun berkenaan dengan tanggung jawab memegang kunci ka’bah. Tugas menjaga kunci ka’bah ini kemudian diserahkan kembali kepada ustman binthalhah. Ayat ini secara tegas menyuruh untuk menunaikan setiap amanat, termsuk didalam menjaga titipan orang lain
Dalam hadis abu huraira ra. Meriwayatkan bahwa rasulullah saw. Bersabda, “sampaikanlah amanat kepada yang berhak menerimanya dan janganlah membalas khianat kepada orang yang telah mengkhianatimu”. (HR. Abu Dawud, dan Menurut Turmudzi).
Menurut ijma’ para ulama sudah sepakat bahwa wadi’ah (titipan) itu dibolehkan, baik menitip barang atau menerima titipan. Hal ini sesuai dengan tuntutan kehidupan manusia yang tidak bisa menjaga sendiri seluruh harta miliknya.
Kaidah-kaidah umum wadi’ah
Kaidah-kaidah itu antara lain:
1)Wadi’ah adalah akad amanah
Para ulama sepakat jika penerimaan simpanan adalah yad amanah (pihak yang memegang amanah. Artinya : ia tidak bertanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan yang terjadi pada aset titipan selama hal ini bukan akibat dari kelalaian dalam memelihara titipan, tetapi lebih karena faktor-faktor diluar batas kemampuan.
2)Wadi’ah adalah akad wakalah
Transaksi wadi’ah termasuk akad wakalah yaitu, penititpan aset mewakili kepada penerimaan titipan atau menjaganya. Ia tidak dibolehkan untuk memanfaatkannya barang tersebut untuk keperluan pribadi, baik keperluan konsumif maupun produktif, karena itu adalah pelanggaran terhadap akad wadi’ah, sebab barang masih menjadi milik mudi. Jika wadi menggunakan barang tersebut, maka ia menjamin untuk mengembalikan barang tersebut. Dengan demikian, akad tersebut telah berubah dari akad wadi’ah menjadi al-qard (kredit.

B.Perbedaan wadi’ah dengan al-qard dan al-iddikhar
1.Al-Qardh
Adalah pemberian harta atas dasar sosial untuk dimanfaatkan dan harus di bayar dengan sejenisnya. Dalam akad wadi’ah pemberian jasa adalah wadi’, sedangkan dalam akad al-qardh pemberian jasa itu adalah muqridh (pemberian pinjaman)
Perbedaan dalam al-qrdh, yad muqtaridh (kepemilikan penerima piutang) adalah yad dhaman (tangan penjamin). Sedangkan dalam wadi’ah, yad wadi’ adalah yad amanah atau hanya memegang amanah, tidak menjamin.
2.Al-iddikhar
Al-iddikhar atau sering dikenal dengan istilah menabung adalah menyisihkan sebagian dari pemasukan untuk disimpan dengan tujuan untuk di investasikan. Al-iddikar mempunyai kesamaan dengan wadi’ah. Kedua-duanya adalah harta yang disimpan. Bedanya adalah tabungan bisa disimpan oleh pemiliknya atau diserahkan kepada orang lain, sedangkan wadi’ah adalah menyerahkan harta kepada orang lain untuk dijaga.
C.Aplikasi wadi’ah dalam perbankan
Bagi bank konvensional, selain modal, sumber dana lainnya cenderung manahan uang. Ini sesuai dengan pendekatan keynes yang mengemukakan bahwa orang membutuhkan uang untuk tiga kegunaan,: transaksi, cadangan, dan investasi. Oleh karena itu, produk penghimpunan danapun disesuaikan dengan tiga fungsi tersebut, yaitu berupa giro, tabungan, dan diposito. Dalam bank syariah adalah pendekatan tunggal dalam menyediakan produk penghimpunan dana bagi nasabahnya. Misalnya pada tabungan, beberapa bank memberlakukan seperti giro, ada pula yang memberlakukan seperti deposito. Bahkan ada yang tidak menyediakan tabungan sama sekali. Dalam perbankan syariah, mekanisme penyertaan modal pemegang saham dapat dilakukan melalui musyarakah fi sahm al-syarikah (equity participation, ikut serta dalam penanaman saham), pada saham perseroan bank.
Sebagai modal terbesar bank islam, wadi’ah meliputi dua bagian
1.wadi’ah jariyah/tahta thalab, yaitu suatu titipan yang penyimpan berhak mengambil kapan saja baik cash maupun dengan cek ataupun melalui puhak ketiga.
2.wadi’ah addikhriyah/al-taufir, ciri-ciri simpanan ini adalah kecilnya simpanan dan banyaknya jumlah nasabah penyimpan dan bank menyalurkannya untuk investasi dengan akad mudharabah muthlaqah. Dua jenis simpanan ini pada prakteknya bank memanfaatkannya untuk keperluan investasi dan mengembalikan simpanan Download disini. Aplikasi Wadi’ah Mudharabah Perbankkan perekonomian ekonomi
Baca Lanjutan : Aplikasi Wadi’ah Mudharabah»»  

Recognizing And Making Critical Judgement

Recognizing And Making Critical Judgement


Discussion and Examples

Making critical judgement implies an attempt at objective judging so as to determine both merits and faults. Critical reading is thoughtful reading because it requires that the reader recognize not only what is being said at the literal level but also facts, opinions, attitudes, inferences, and bias.

You show good judgment – or lack of it – through the kinds of facts and opinion.
Knowingly or unknowingly, you make critical judgement all the time from deciding on the type of toothpaste to buy to choosing a topic for an English theme. The trick is to always be aware of your critical judgements and to know the reasoning behind your decision.
Further you must be aware of the judgement the author is making and you must also be aware of the judgment you make based on your own bias about the subject.
To evaluate or to judge what you read you must attempt to answer such questions as these:
- Is the author telling the truth as far as he knows it?
- Does he know the truth?
- Is he prejudiced?
- Does he have an ax to grind?
- What are his ideas and claims worth to me?
In the following paragraphs some standards of evaluation are discussed.

A One-Side Presentation of Details.
Next let us evaluate two paragraphs making use of particulars and details in support of an argument.
Much of this masculine point of view or course is due to the fact that man is giving to vain (if sometimes glorious) imaginings, whereas woman is realistic. I utter nothing new or revolutionary in saying this. For confirmation of the truism that imagination is peculiarly masculine, one need only recall that all the fairy tales of the world have been, and continue to be, written by men. I give you Hans Christian Andersen, the Brothers Grimm, Andrew Lang, Homer, Virgil, the s spinner of Scheherazade's adventures, the Arab storyteller in the market place, the Indian creator of mythology, the ancient Hebrews who accounted for the beginnings of life. At the same time, masculine imagination creates the Casper Milquetoasts of the -world. They people life with terrors of their own devising and then become frightened by their own creations; they deteat themselves before ever getting a start.
Anonymous proved his claim that men are imaginative, women realistic? It seems so. But waitl Here is a paragraph taking the view:
I just don't understand this man. He says men are imaginative, are realistic. "For confirmation of this truism," he says, "I give you Hans Christian Andersen, the Brothers Grimm, Andrew Lang, Virgil, and the nameless spinner of Scheherazade's adventures" O.K., Anymous, two can play at gift giving. 1 give you Marie de France, the Sisters Bronte, Beatrix Potter, Selma Lagerlof, lady, Laura E,, Richards, Helen Bannerman, Lily F. Wessethoeft, and Beatrice Lillie. No, on second though I think I’ll keep Betrice Lillie. You don’t deserve her, and I doubt if you could manage her.
You see E.B. White gives us some details that Anonymous has left so you can see that Anonymous's argument is not worth what it seemed to be.
These paragraphs by aninonymous and E.B. White illustrate the difficulty you may have in evaluating an argument supported by particulars and details. It you are not familiar with a given subject, you may easily be misled by a one-sided presentation of details. The will appear logical to you because you do not know that supporting an opposing argument have been left out.
How can you cope intelligently with this difficulty? How can you whether opposing details have not been presented? These are not questions to answer, for the truth about many problems is hard to find out, even here in the United States, where, normally, we are free from censorship. One thing you can do is to seek deliberately for opposing arguments. If you are in the habit of reading only one, find some magazine with a different editorial policy and read it too. Read newspapers and books written from different points of view Another thing you can do is to keep an open mind. Remember, not seemingly plausible argument is sound.

Misleading Comparison
Let us examine a selection in which a conclusion is reached by paring one animal with another. What is your evaluation of the result?
The cat is a stupid animal, incapable of learning any tricks. Whoever heard of a cat who would play dead or shake hands?
The dog, on the other hand, is quick to learn. He can be taught to beg, to shake hands, to fetch his master's slippers, and to guard, even with his own 1ife, his master's child.
The cat is stubborn; she does as she pleases. If a child tries to play with her and she wants to sleep, she scratches the child and runs away.
But a dog is obedient and dog's ears are sensitive), 'only that baby love him and pat on the head.
The cat is selfish and lacking in affection. She prefers being left in a cozy spot by the fire to being petted and played with.
But the dog is most loving. He lives, not by meat alone, but by the affection caresses of his master. Dogs have been known to refuse food and even to die when a beloved master has left them.
Clearly, the dog is a much better pet than the cat.
If you don't know cats or dogs, this selection may soi.uzd logical. But before you accept the conclusion that the dog is a better pet than the cat, read the following selection:
The dog is filthy fellow. He litters the dooryard with bones, old shoes, and other things he drags in. He wades through mud but protests when he is given a bath.
The cat, however, is clean. She never litters the house or the lawn, and she constantly washes herself, thus keeping her coat glossy and beautiful.
The dog appears more intelligent than he is because he aims to please. By patience, repetition, and praise, his master can teach him to perform many tricks. And if the dog is given food as a reward, he will learn more quickly than otherwise.
But the cat is shrewd. She knows how to get what she wants. A Persian cat once learned to pretend that she wanted to be let outside in order to get her mistress out of bed. But when Miss Green got up, Pussy always went straight to the refrigerator, where the food was kept.
The cat, though affectionate (how she loves to be stroked), is independent. She is a free animal and will not cringe or fawn for favors.
But the dog is servile. Whip him, and he comes crawling like a slave. Truly, the cat, unlike the dog, is a noble animal, one worthy of respect.
Now you can see that, like the method of supporting a statement by details, the method of comparison and contrast may be misleading if important details are left out. In the two selections concerning the dog and the cat, neither has made use of false of details; yet, as a whole, each selection is misleading and false.

The Method of Repetition
Repetition of a slogan is a method of advertising which calls for alertness rather than for evaluation. It is used without supporting evidence and may give the reader or listener no opportunity for thought. The way in which it may mislead us is insidious; it works subtly. The first time we hear the refrain "that Rosebud look" and we are told that we can have it "in just ten days" we may laugh. After we have heard it a hundred times, it may sink into our subconscious, and we may find ourselves thinking that the use of Rosebud soap really will give us a beautiful, rose-petal-soft skin.
And so it goes with a dozen other slogans, ''the prevention lotion," "not a sore throat in a train load," "they thrill,” “she’s engaged she uses wonder crème” – after we have heard them along enough, we may believe them.

Faulty Cause-to-Effect Reasoning
Another thing to watch for as you read is faulty cause-to-effect reasoning. A common difficulty in cause-to-effect reasoning is distinguishing between a true cause of an event or condition and samething which merely went before that event or condition.

Example I
On my way to the grocery. I saw a black cat. On my way home, I dropped a dozen eggs. Did the black cat cause me to drop the eggs? Well, on my trip to the grocery, I saw other things besides the black cat: a bed of yellow jonquils, a brilliant cardinal and his reddish brown mate, a wriggling puppy, a curly-headed baby holding onto his mother's hand. Why, then, should I say that, out of all the things I saw, the black cat brought me my bad luck? Very likely it was my own carelessness which was responsible.

Example 2
I had a cold last week. I went to bed, took aspirin and soda. In four days the cold was practically gone. Did the aspirin and soda cure it? Or the bed rest? If you ask your doctor, he'l1 probably tell you that many colds get better in four days' time, no matter what remedies are used or not used. So, you see, an event or condition is not necessarily caused by an event or condition immediately preceding it.
Baca Lanjutan : Recognizing And Making Critical Judgement»»  

Pendekatan Sistem Dalam Desain Pembelajaran

Pendekatan Sistem Dalam Desain Pembelajaran


1.Pengertian Pendekatan Sistem
Istilah sistem meliputi spektrum konsep yang sangat luas. Sebagai misal, seorang manusia, organisasi, mobil, susunan tata surya merupakan sistem dan masih banyak lagi. Semua contoh tersebut memiliki batasan sendiri-sendiri yang satu sama lain berbeda. Meskipun demikian terdapat kesamaan dari segi prosesnya dalam hal ini terdapat masukan dan menghasilkan keluaran. Itulah sebabnya pengertian sistem tidak lain adalah suatu kesamaan unsur-unsur yang saling berinteraksi secara fungsional yang memperoleh masukan menjadi keluaran.

Kesamaan lain dapat dilihat melalui ciri-cirinya sebagaimana dikemukakan dan digambarkan dalam literatur pembelajaran yang antara lain disebutkan dalam buku akta mengajar V (Depdikbud, 1984) yang meliputi:
a.Adanya tujuan
b.Adanya fungsi untuk mencapai tujuan
c.Ada bagian komponen yang melaksanakan fungsi-fungsi tersebut
d.Adanya interaksi antara komponen atau saling hubungan
e.Adanya penggabungan yang menimbulkan jalinan keterpaduan
f.Adanya proses transformasi
g.Adanya proses umpan ballik untuk perbaikan
h.Adanya daerah batasan dan lingkungan
Pendekatan sistem pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu:
1.Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach)
2.Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach)

Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnay diturunkan ke dalam strategi pembelajaran dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu:
1.Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya
2.Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai tujuan
3.Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan ditempuh sejak titik awal sampai mencapai sasaran
4.Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengetahui/menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha

Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:
1.Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi anak didik
2.Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif
3.Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan tekhnik pembelajaran
4.Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilah atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.

2.Pendekatan Sistem adalah Mendesain Pembelajaran
Seorang guru harus bisa menciptakan suasana pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikain rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan dan mengemukakan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Sehingga, jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.
Secara garis besar, gambaran PAKEM adalah sebagai berikut:
Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.

1.Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan dan cocok bagi siswa
2.Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’
3.Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok
4.Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya

a.Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM?
1.Memahami sifat yang dimiliki anak
Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. Anak desa, anak kota, anak orang kaya, anak orang miskin, anak Indonesia atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya kedua sifat, anugerah Tuhan tersebut. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya, guru mengajukan pertanyaan yang menantang dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan, misalnya merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud.

2.Mengenal anak secara perorangan
Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif, Menyenangkan dan Efektif) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). Dengan mengenal kemampuan anak, kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal.

3.Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar
Sebagai makhluk sosial, anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Berdasarkan pengalaman, anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun demikian, anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang.

4.Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan kemampuan memecahkan masalah
Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Hal ini memerlukan kemampuan berfikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Kedua jenis berpikir tersebut, kritis dan kreatif berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Oleh karena itu, tugas guru adalah mengembangkannya, antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika ...” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa, berapa, kapan”, yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu).

5.Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik
Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Selain itu, hasil pekerjaan yang pajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan, berpasangan atau kelompok. Pajangan dapat berupa gambar, peta, diagram, model, benda asli, puisi, karangan dan sebagainya. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa dan ditata dengan baik, dapat membantu guru dalam pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah.

6.Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar
Lingkungan (fisik, sosial atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar, tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatan lingkungan dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera), mencatat, merumuskan pertanyaan, berhipotesis, mengklasifikasi, membuat tulisan dan membuat gambar/diagram.

7.Memberi umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar
Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Selain itu, cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selnjutnya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka.

8.Membedakan antara fisik dan aktif mental
Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapann. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut; takut ditertawakan, takut disepelekan atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya.
Pendekatan Sistem Dalam Desain Pembelajaran
Baca Lanjutan : Pendekatan Sistem Dalam Desain Pembelajaran»»  

Perkembangan Kegiatan Ekonomi di Zaman Rasulullah dan Khalifah

“Perkembangan Kegiatan Ekonomi di Zaman Rasulullah dan Khalifah”

A.Masa Awal Pemerintahan Rasulullah
Agama Islam merupakan sebagai “induk” daripada hukum Islam muncul di semenanjung Arab, disatu daerah yang tandus yang dikelilingi oleh laut pada ketiga sisinya dan lautan pasir pada sisi keempatnya. Daerah ini daerah yang sangat panas, ditengah-tengah gurun pasir yang amat luas, yang mempengaruhi cara hidup dan berpikir orang-orang Badui, yang tinggal di tempat itu yang mana mereka terdiri daripada klen-klen yang disusun berdasarkan garis patrilineal yang saling bertentangan. Dan dalam tiap klen dipimpin oleh seorang yang diberi gelar sayyid/syekh yang dipilih berdasarkan kelahiran, keberanian atau kearifannya. Kalau terjadi perselisihan antara anggota-anggota klen melalui anak laki-laki inilah garis akan meneruskan keturunan dan membawa nama baik keluarganya dan hidup keagamaannya yaitu menyembah dewa-dewa yang dipuja oleh masing-masing klennya.

Hingga lahirlah Muhammad yang lahir pada bulan Rabiul Awal tahun Gajah yang bersamaan dengan tanggal 20 April 571 Masehi. Setelah Muhammad besar pada usia 25 tahun, beliau kawin dengan seorang janda kaya bernama Khadijah yang umurnya lima belas tahun lebih tua dari beliau dan masih mempunyai hubungan kekerabatan. Khadijah tertarik pada Muhammad karena sifatnya yang mulia, jujur dan dapat dipercaya. Hingga perkawinan ini memberi kelapangan materi baginya, karena itu dalam waktu-waktu senggang beliau juga beraktifitas di perdagangan yang mana Khadijah yang memberi modal dan Muhammad yang menjualnya. Disinilah dimulanya sejarah akuntansi terjadi sebelum Nabi Muhammad pindah ke Madinah.

Sebelum Islam datang situasi Yatsrib sangat tidak menentu karena tidak mempunyai pemimpin yang beradulat secara penuh. Hukum dan pemerintahan di kota ini tidak pernah berdiri dengan tegak dan masyarakat senantiasa hidup dalam ketidakpastian. Untuk itu, beberapa kelompok penduduk kota Yatsrib berinisiatif menemui Nabi Muhammad SAW yang terkenal dengan sifal al-amin untuk memintanya agar menjadi pemimpin mereka dan mereka akan selalu menjaga Nabi dan mengikutinya.

Nabi Muhammad hijrah dari kota Makkah ke kota Yatsrib sesuai dengan perjanjian di kota yang subur itu, Rasulullah SAW mendapatkan sambutan dengan hangat serta diangkat sebagai pemimpin penduduk kota Yatsrib berubah nama menjadi kota Madinah. Madinah merupakan negara baru berbentuk yang tidak memiliki harta warisan sedikitpun. Oleh karena itu Rasulullah harus memikirkan jalan untuk mengubah keadaan secara perlahan-lahan dengan mengatasi berbagai masalah utama tergantung pada faktor keuangan. Lengkapnya Download Kegiatan Ekonomi di Zaman Rasulullah dan Khalifah

Baca Lanjutan : Perkembangan Kegiatan Ekonomi di Zaman Rasulullah dan Khalifah»»