Dasar-dasar Pembelajaran

Dasar-dasar pembelajaran Dalam keseharian kita, ketika beraktivitas dalam lingkungan masing-masing, bisa dipastikan bahwa aktivitas tersebut tidak bisa lepas dari yang namanya berpikir. Hanya saja memang, tingkat daya pikir tersebut masing-masing berbeda pada setiap orang.
Berpikir bisa dikatakan merupakan suatu aktivitas yang sangat penting. Karena tanpanya, manusia akan berada dalam suasana yang gelap dan hampa. Manusia tidak akan mampu mengenal lingkungan tempat dia tinggal, siapa pencipta alan jagad raya ini, bahkan ia pun tidak akan mampu mengenal diringa dan hakikat keberadaannya di dunia tanpa melalui sebuah aktivitas berpikir.Dalam keseharian kita, ketika beraktivitas dalam lingkungan masing-masing, bisa dipastikan bahwa aktivitas tersebut tidak bisa lepas dari yang namanya berpikir. Hanya saja memang, tingkat daya pikir tersebut masing-masing berbeda pada setiap orang.
Berpikir bisa dikatakan merupakan suatu aktivitas yang sangat penting. Karena tanpanya, manusia akan berada dalam suasana yang gelap dan hampa. Manusia tidak akan mampu mengenal lingkungan tempat dia tinggal, siapa pencipta alan jagad raya ini, bahkan ia pun tidak akan mampu mengenal diringa dan hakikat keberadaannya di dunia tanpa melalui sebuah aktivitas berpikir.

Dalam proses berpikir, sejatinya melibatkan unsur-unsur tertentu, yakni:
a.Otak yang sehat
b.Panca indra
c.Informasi sebelumnya
d.Adanya fakta

Dari empat unsur di atas dapat kita rangkai sebuah defenisi sebagai berikut: “Pemindahan penginderaan terhadap fakta melalui panca indera ke dalam otak yang disertai adanya informasi-informasi terdahulu yang akan digunakan untuk menafsirkan fakta tersebut”. Defenisi ini sekaligua juga merupakan defenisi bagi akal, pemikiran, proses berpikir. Silahkan Download disini
Baca Lanjutan : Dasar-dasar Pembelajaran»»  

Sejarah Peradaban Islam

Sejarah Peradaban Islam

1.Pengertian Etimologis (Lughawi)
Istilah sejarah dalam bahasa arab dikenal dengan tarikh, dari akar kata arrakha (a-r-kh),yang berarti menulis atau mencatat; dan catatan tentang waktu serta peristiwa.

Akan tetapi, istilah tersebut tidak serta merta hanya berasal dari kata ini. Malah ada pendapat bahwa istilah sejarah itu berasaldari istilah bahasa Arab syajarah, yang berarti pohon atau silsilah. Makna silsilah ini lebih tertuju pada makna padanan tarikh tadi; termasuk kemudian dengan padanan pengertian babad, mitos, legenda dan seterusnya. Syajara berarti terjadi, syajarah an-nasab berarti pohon silsilah.
Dalam istilah bahasa-bahasa Eropa, asal-muasal istilah sejarah yang dipakai dalam literatur bahasa Indonesia itu terdapat beberapa variasi, meskipun begitu, banyak yang mengakui bahwa istilah sejarah berasal-muasal,dalam bahasa Yunani historia. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan history, bahasa Prancis historie, bahasa Italia storia, bahasa Jerman geschichte, yang berarti yang terjadi, dan bahasa Belanda dikenal gescheiedenis.
Menilik pada makna secara kebahasaan dari berbagai bahasa di atas dapat ditegaskan bahwa pengertian sejarah menyangkut dengan waktu dan peristiwa. Oleh karena itu masalah waktu penting dalam memahami satu peristiwa, maka para sejarawan cenderung mengatasi masalah ini dengan membuat periodesasi.
1.Pengertian Terminologis (Istilahi)
Istilah sejarah, dalam pengertian terminologis atau istilahi, juga memiliki beberapa variasi redaksi. R.G. Collingwood, misalnya mendefinisikan sejarah dengan ungkapan history is the history of thought (Sejarah adalah sejarah pemikiran); history is a kind of research or inquiry (Sejarah adalah sejenis penelitian atau penyelidikan). Pada kesempatan lain, Collingwood memaknakan sejarah (dalam artian penulisan sejarah atau historiografi), seperti membangun dunia fantasi (are peaple who bulid up a fantasy-word). Lengkapnya Download disini
Baca Lanjutan : Sejarah Peradaban Islam»»  

Mazhab Neo-Klasik

Teori-teori yang dikembangkan oleh marx dan engels mendapat banyak tanggapan dari pakar-pakar ekonomi, Baik dari kaum sosialis maupun dari pendukug sistem liberalkapitalisme. Pemikiran-pemikiran ekonomi dari para pakar pendukung system liberal ini kemudian dimasukkan kedalam suatu kelompok pemikiran ekonomi tersendiri yang disebut mazhab neo-klasik.

Karena analisis yang dibuat marx untuk meramal kejatuhan system kapitalis bertitik tolak dari teori nilai kerja dan tingkat upah,maka para pakarar neo klasik mempelajari teori-teori tersebut secara mendalam.dari sekian banyak pakar-pakar neo klasik .paling kurang ada empat orang yang melakukan penelitia tentang hal yang sama,yaitu W.stanley jesons(1835-1882)Leon walras (1837-1910),carl menger (1840-1921) dan Alfred marshall(1842-1942).
Walaupun mereka melakukan peneliian secara terpisah, tetapi dari hasil penelitian masing-masing mereka mengemukakan tentang hal yang sama:bahwa teori nilai lebih(surplus value) marx tidak mampu menjelaskan secara tepat tentang nilai komoditas.teori marx tersebut tidak memberikan sumbangan apa-apa dalam perkembangan teori ekonomi dank arena itu dapat diabaikan.


A. PENDEKATAN MARJINAL

Beberapa penulis ekonomi menyebut apa yang sudah dilakukan oleh para pakar ekonomi neo-klasik tersebut sebagai marginal revolution, sebab telah ditemukan suatu analisis baru yaitu pendekatan marginal.analisis marginal pada intinya pengaplikasian kulkulus diferensial terhadap tingkah laku konsumen dan prudusen serta penentuan harga-harga dipasar. Sejak terjadinya marginal revolution trsebut pembahasn ekonomi semakin bersifat mikro.
Konsep marginal ini sering diakui sebagai kontribusi utama dari aliran atau mazhab Austria.tetapi jika ditelusuri kebelakang ternyata teori ini telah cukup lama dikembangkan oleh pengarang terdahulu, tepatnya oleh Heindrich Gossen telah lama menggunakan konsep marginal dalam menjelaskan kepuasan atau kaidah (utility) dari pengkonsumsian sejenis barang. Menurut Gossen faedah tambahan (marginal utility) dari pengkonsumsian suatu macam barang akan semakin turun jika barang yang sama dikonsumsi semakin banyak. Pernyataan ini kemudian dijadikan semacam dalil , dan lebih dikenal sebagai “ hukum Gossen pertama”. Dalam hukum Gossen kedua menjelaskan bahwa sumber daya dan dana yang tersedia selalu terbatas secara relative untuk memenuhi bebagai kebutuhan yang relative tak terbatas adanya.
Dengan adanya kendala ini maka kepuasaan maksimum yang bisa diperoleh sesuai dengan keterbatasan sumber daya dan dana tersebut terjadi pada saat faedah marginal sama untuk tiap barang yang dikonsumsi dengan syarat semua sumber daya dan dana terpakai habis seluruhnya. Pada teori Gossen tersebut tidak mendapat perhatian dari para pakar ekonomi. Lebih lengkapnya Anda bisa download disini
Baca Lanjutan : Mazhab Neo-Klasik»»  

Perilaku Manusia Abad 21 Yang Berkualitas Tinggi

Perilaku Manusia Abad 21 Yang Berkualitas Tinggi, Di Tinjau Dari Sudut Pandang Pskologi. Kondisi sebelum abad ke 21 menampilkan komunikasi antar bangsa, negara, wilayah yang tidak mudah dilakukan. Banyak keterbatasan yang dihadapi sehingga peristiwa yang terjadi disuatu tempat tidaklah mudah diketahui oleh orang-orang yang tinggal ditempat lain.

Perilaku Manusia Abad 21 Yang Berkualitas Tinggi
Di Tinjau Dari Sudut Pandang Pskologi


I.PENDAHULUAN
Kondisi sebelum , abad ke 21 menampilkan komunikasi antar bangsa, negara, wilayah yang tidak mudah dilakukan. Banyak keterbatasan yang dihadapi sehingga peristiwa yang terjadi disuatu tempat tidaklah mudah diketahui oleh orang-orang yang tinggal ditempat lain.
Keterbatasan komunikasi juga mengisolir peristiwa yang berlangsung di wilayah tertentu. Namun berkat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjelang abad ke 21, jarak tampaknya tidak lagi menjadi masalah.
Abad ke 21 ditandai dengan semakin membaurnya bangsa-bangsa warga masyarakat dunia dalam satu tatanan kehidupan masyarakat luas yang beraneka ragam tetapi sekaligus juga terbuka.

II.KONDISI DAN SITUASI DI ABAD 21
Gaya hidup baru yang diberi label “modern” diperkenalkan secara luas. Naisbitt dan Abdur Dene (1990) sebagaimana dikutip oleh Sri Mulyani Martinah (1991) mengatakan bahwa era globalisasi memungkinkan timbulnya gaya hidup global.
Seiring dengan perubahan zaman, masyarakat pun mengembangkan norma-norma. Pandangan dan kebiasaan baru dalam berperilaku. Orang cenderung mengejar kesempatan untuk bisa memuaskan kebutuhan aktualisasi diri, sekaligus tampil sebagai pemenang dalam persaingan untuk memperoleh yang terbaik. Silahkan Donload disini

Baca Lanjutan : Perilaku Manusia Abad 21 Yang Berkualitas Tinggi»»