Perbedaan Hasil belajar Antara Siswa Yang Diajar Menggunakan Model Pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw Dengan Model Kelompok Biasa Mata Pelajar

Perbedaan Hasil belajar Antara Siswa Yang Diajar
Menggunakan Model Pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw Dengan Model Kelompok Biasa Mata Pelajaran Ekonomi

1.1. Latar Belakang
Menurut Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal (1) pendidikan adalah : “ usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.


2 .1. Pengertian Belajar
Menurut Oemar Hamalik (2008:36) belajar adalah merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari pada itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan.
Menurut Suciati dan Irawan (2001:29) belajar adalah perubahan tingkah laku. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu bila ia mampu meunjukkan perubahan tingkah laku. Sedangkan Irawan (2001:36) mengartikan belajar sebagai berikut: belajar adalah suatu proses perubahan dari yang belum mampu menjadi sudah mampu, yang terjadi dalam jangka bersifat relatif.
Menurut Nana Sudjana dalam Tarmizi (2008) mengemukakan bahwa :”Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang melalui proses melihat, mengamati dan memahami sesuatu.”
Belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lainnya . Juga belajar itu akan lebih baik, kalau si subyek belajar itu mengalami atau melakukanya, jadi bersifat verbalistik. Dalam peangertian luas, belajar dapat diartikan sebagai kegiatan psiko-fisik menuju perkembangan pribadi seutuhnya. Dalam arti sempit, belajar dimaksudkan sebagai usaha penguasaan ilmu pengetahuan yang merupakan kegiatan menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya (Sardiman, 2005:20).

Dari beberapa pengertian belajar yang dikemukakan diatas, secara umum dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingah laku melalui pendidikan dan latihan. Perubahan yang dimaksud dapat terjadi di dalam
DOWNLOAD DISINI
Baca Lanjutan : Perbedaan Hasil belajar Antara Siswa Yang Diajar Menggunakan Model Pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw Dengan Model Kelompok Biasa Mata Pelajar»»  

USAHA KEPALA SEKOLAH DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA

makalah proposal USAHA KEPALA SEKOLAH DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA
PROPOSAL
JUDUL
:
USAHA KEPALA SEKOLAH DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH (MTS) SWASTA DESA DANAU EMBAT KECAMATAN MARO SEBO ILIR KABUPATEN BATANGHARI

A.Latar Belakang Masalah
Dalam kehidupan nyata atau kesehariannya, manusia itu perlu memiliki pengetahuan dalam segala bidang yang berhubungan dengan jati dirinya, seperti tingkah laku dan perbuatan yang dilakukan.

Oleh sebab itu, agar seseorang tidak menyimpang dari norma kesusilaan mengenai perbuatannya, maka diperlukan bimbingan dan arahan untuk mengatasi perbuatan yang dianggap menyimpang atau tidak sesuai dengan norma-norma yang ada. Seperti: kenakalan, tingkah laku yang menyimpang dari norma yang berlaku. Fakta menunjukkan bahwa banyaknya para siswa melakukan tindakan-tindakan yang merugikan bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Untuk mewujudkan semua itu, khususnya dalam mengarahkan siswa sekolah untuk mengatasi kenakalan-kenakalan siswa, maka sangat diperlukan peranan dan dorongan dari semua pihak untuk mengatasi hal tersebut. Terutama peran orang tua atau keluarga serta masyarakat dalam membimbing anak sehingga tidak terjadi penyimpangan tingkah laku menurut norma yang berlaku yang disebut sebagai kenakalan anak.
Tidak terlepas dari itu, peranan kepala sekolah di sekolah sangat menunjang sekali dalam mendidik peserta didiknya, agar terhindar dari bentuk-bentuk kenakalan. Di dalam fungsi sekolah dibutuhkan juga peranan guru dalam mendidik siswa atau peserta didiknya untuk bisa tumbuh dalam jiwa mereka, kesadaran berprilaku yang sesuai dengan norma dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat. Selain itu, diperlukan dukungan dan kerjasama dari semua pihak, baik itu dari pihak sekolah, para guru, orang tua (keluarga). Bilamana kerjasama ini terwujud, maka akan mempermudah mengarahkan anaknya sekaligus peserta didik (siswa) agar terhindar dari kenakalan remaja khususnya siswa.
Perhatian terhadap kesulitan-kesulitan yang dialami dalam menunaikan tugas ini, teori-teori baru yang membantu warga sekolah untuk menanggulangi kesulitan-kesulitan, gagasan baru untuk organisasi dan struktur situasi sekolah dan akhirnya, beberapa aspek problema dengan keperluan-keperluan mendesak untuk penyelidikan selanjutnya.
Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Desa Danau Embat Kecamatan Maro Sebo Ilir Kabupaten Batanghari. Sekolah ini memiliki siswa yang lumayan banyak. Dengan jumlah siswa yang banyak tersebut, maka banyak pula masalah-masalah yang muncul, hal ini seharusnya diserahkan kepada guru BK untuk menangani masalah yang dihadapi siswa. Tetapi, dalam hal ini kepala sekolah yang bertindak langsung untuk menghadapi siswa yang bermasalah. Kemungkinan yang terjadi disini, yang menjadi guru BK bukan guru yang ahli dibidangnya. Karena setiap ada masalah yang dihadapi para siswa yang mengambil alih adalah kepala sekolah. Kenakalan-kenakalan yang dilakukan siswa seperti: pembolosan pada jam aktif sekolah, perkelahian pada jam pelajaran, main PS pada jam sekolah dan menggunakan atribut selain atribut sekolah (asesoris-asesoris). Semua pelanggaran yang terjadi diambil alih oleh kepala sekolah. Disiplin yang ditegakkan oleh kepala sekolah semakin hari semakin dipertingkatkan untuk kenyamanan proses belajar mengajar. Sehingga, tujuan sekolah dapat tercapai dan juga untuk mempertahankan prestasi yang telah dicapai oleh Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Desa Danau Embat Kecamatan Maro Sebo Ilir Kabupaten Batanghari.
Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Desa Danau Embat Kecamatan Maro Sebo Ilir Kabupaten Batanghari sangat berperan aktif disini dan juga karena sesuai dengan tugas yang diemban sebagai kepala sekolah untuk memulihkan dan mencegah kenakalan yang dilakukan siswa.
Kemudian dari Grand Tour yang dilakukan peneliti pada Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Desa Danau Embat Kecamatan Maro Sebo Ilir Kabupaten Batanghari pada setiap hari efektif pada saat PPL (PKM) tahun 2008, penulis temukan beberapa fenomena-fenomena lain, diantaranya:
1.Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Desa Danau Embat Kecamatan Maro Sebo Ilir Kabupaten Batanghari sudah mencapai sekolah yang bertaraf Nasional. Dari hal ini, sekolah sangat meresponsif dengan perubahan yang selaras dengan prestasi yang diemban.
2.Sekolah berada diperbatasan kota, hal ini sangat merespon kepada siswa apa-apa yang terjadi di sekolah-sekolah di kota.
3.Guru bimbingan dan konseling tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dengan keadaan sekolah untuk menangani masalah kenakalan siswa.
4.Masih ada dijumpai guru melakukan kekerasan terhadap anak didik untuk memberi hukuman terhadap siswa yang melakukan pelanggaran.
Siswa di lingkungan sekolah biasanya terdiri dari berbagai macam individu yang berbeda-beda. Dalam kenyataannya sering terjadi hubungan individu dengan individu atau hubungan individu dengan kelompok mengalami ketegangan disebabkan karena terdapat seorang anggota kelompok didalam memeuhi kebutuhan hidupnya mengganggu orang lain.

DOWNLOAD DISINI
Baca Lanjutan : USAHA KEPALA SEKOLAH DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA»»  

Muhammad Husain Haekal

Makalah Muhammad Husain Haekal
Muhammad Husain Haekal
BAB I
PENDAHULUAN

Muhammad Husain Haekal Lahir 20 Agustus 1888 adalah seorang penulis asal Mesir. Salah satu bukunya yang terkenal adalah Sejarah Hidup Muhammad yang diterbitkan dalam bahasa Arab pada tahun 1935.

Muhammad Husain Haekal (lahir 20 Agustus 1888) adalah seorang penulis asal Mesir. Salah satu bukunya yang terkenal adalah Sejarah Hidup Muhammad yang diterbitkan dalam bahasa Arab pada tahun 1935.
Sejak masa mudanya, Haekal tidak pernah berhenti menulis; di samping masalah-masalah politik dan kritik sastra ia juga menulis beberapa biografi. Dari Cleopatra sampai kepada Mustafa Kamil di Timur, dari William Shakespeare, Mary Wollstonecraft Shelley, Anatole France, Hippolyte Taine sampai kepada Jean-Jacques Rousseau dengan gaya yang khas dan sudah cukup dikenal. Setelah mencapai lebih setengah abad usianya, perhatiannya dicurahkan kepada masalah-masalah Islam. Ditulisnya bukunya yang kemudian sangat terkenal, Hayat Muhammad (Sejarah Hidup Muhammad) dan "Di Lembah Wahyu". "Dua buku yang sungguh indah dan baru sekali dalam cara menulis sejarah hidup Muhammad, yang kemudian dilanjutkan dengan studi lain tentang Abu Bakr dan Umar bin Khattab. Suatu contoh bernilai, baik mengenai studinya atau cara penulisannya. Ini merupakan masa transisi dalam hidupnya", demikian antara lain orang menulis tentang Haekal.
Pada mulanya Sejarah Hidup Muhammad ini telah menimbulkan reaksi hebat dan kritik tajam di kalangan bangsa Mesir dan dunia Islam umumnya. Tapi semua itu dihadapinya dengan tenang dan di mana perlu dijawabnya dengan penuh tanggung jawab dan rasional sekali.

DOWNLOAD DISINI
Baca Lanjutan : Muhammad Husain Haekal»»  

REMAJA DAN NARKOBAT

MAKALAH REMAJA DAN NARKOBA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang
Di dalam negara yang berkembang terdapat medernisasi sebagai proses kemajuan hidup manusiadengan ditandai perubahan-perubahan yang terjadi disegala aspek kehidupan. Dimana Indonesia terdiri dari berbagai suku, ras, agam, dan budaya. Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologidan pengaruh budaya luar yang datang ke Indonesia mengakibatkan munculnya budaya baru di Indonesia, dimana budaya yang mampu membuat para remaja terbang ke dunia impian dengan menggunakan sebuah alat yang ajaib yaitu Narkotika seperti shabu-shabu, ekstasi, ganja, pil koplo, heroin dan sebagainya. Budaya yang dapat mengakibatkan remaja Indonesia khususnya para remaja dunia umumnya terjerumus kepergaulan yang rusak.


1.Pengertian Narkoba & Napza
Narkoba ialah singkatan dari narkoba da obat berbahaya.
Napza ialah singkatan dari Narkotika alcohol Psikotropika dan zat adiktif lainnya.
Narkotika secara farmakologi adalah apioida, tetapi menurut UU No.22 tahun 1997 narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebakan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Alkohol adalah minuman yang mengandung etanol yang dip roses dari bahan hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa distilasi, baik dengan cara memberikan perlakuan terlebih dahulu atau tidak, menambahkan bahan lain atau tidak maupun yang dip roses dengan cara mencampur konsentrat dengan etanol atau dengan cara pengenceran minuman yang mengandung etanol.
Psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintesis bukan narkoba yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifikasi mental dan prilaku.

download disini
Baca Lanjutan : REMAJA DAN NARKOBAT»»